Pameran Karya Seni Mewarnai Rangkaian Acara Pekan Arsitek 2016

SEMARANG, SEMAREVENT – Pekan Arsitek 2016 resmi ditutup. Acara yang diselenggarakan sejak tanggal 22 November yang lalu hingga malam ini (26/11), memberikan banyak suguhan kepada masyarakat kota Semarang. Acara ini sendiri diselengarakan oleh IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) daerah Jawa Tengah yang bertempat di Lawang Sewu.

img_3066

Dengan menghadirkan banyak acara seperti IAI Arsisketwalk, IAI Jazz , Pameran Karya, IAI One Day Service Sertification, IAI Seminar , dan IAI Award, acara ini mampu menarik banyak minat masyarakat Kota Semarang tidak hanya dari kalangan usia muda, bahkan hingga keluarga.

Salah satu rangkaian acara yang sukses digelar ialah Pameran Karya. Pameran karya ini sendiri menampilkan berbagai macam karya arsitek dan pegiat seni bangunan yang berasal dari berbagai macam kota. Selain itu, pameran karya ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi para warga Kota Semarang mengenai desain rancang bangunan. Tidak berhenti disana, puluhan sketcher Semarang juga berkesempatan untuk berkolaborasi menciptakan karyanya dalam kanvas raksasa berukuran panjang 10 meter.

img_3073 img_3098

Dan dengan menghadirkan Ubay, sang penyanyi Jazz, sebagai bintang tamu utama, acara ini dengan sukses digelar pada tahun ini. (CI)

Wayang Potehi, Bukti Akulturasi Budaya di Indonesia

cover_potehi

SEMARANG, SEMAREVENT – Hai sobat semarevent, gimana nih kabar kalian di siang hari ini ? tentunya baik-baik saja kan. kali ini semarevent akan membahas tentang salah satu warisan budaya indonesia, yaitu wayang.

wayang adalah seni pertunjukan khas indonesia yang menceritakan sebuah cerita legenda. wayang memiliki ciri umum yaitu terbuat dari kulit dan dimainkan oleh seorang dalang. wayang sendiri sebenarnya memiliki banyak macamnya loh !, tapi kali ini semarevent akan lebih membahas tentang wayang potehi.

wayang potehi berasal dari negara china, lebih tepatnya di daerah china bagian selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Secara harfiah, bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain. Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari. Tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang.

Diduga, akar dari kesenian wayang potehi telah berkembang selama kurang lebih 3.000 tahun. Bukti-bukti sejarah yang lebih kuat menunjukkan eksistensinya di Tionghoa telah ada sejak Dinasti Jin (265-420 M). Kesenian ini diperkirakan masuk ke nusantara bersama ekspedisi perdagangan sekitar abad ke-16. Seni wayang ini berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Kesenian tradisional ini mengalami pasang dan surut sepanjang perjalanan sejarahnya di bumi Indonesia. Di masa Presiden Soekarno, wayang potehi cukup populer di tengah masyarakat. Tetapi pada awal era Orde Baru, seni wayang ini menghilang dari kehidupan masyarakat. Pada masa itu, wayang potehi hanya dipertunjukkan di kalangan terbatas saja. Kesenian ini mulai menggeliat di tengah semangat kebebasan pada era reformasi. Wayang potehi mulai dipentaskan di berbagai tempat, bahkan merambah ke pusat-pusat perbelanjaan, khususnya saat Tahun Baru Imlek.

(KB)

Warna-warni Semarang Night Carnival di Rijstta Fest 2016

SEMARANG, SEMAREVENT – Taman Srigunting kawasan Kota Lama, Semarang, malam ini (22/11) dipadati oleh orang-orang yang berkumpul memeriahkan acara Rijstta Fest 2016. Suasana semarak yang penuh warna hadir melalui hiasan payung warna-warni yang digantung menaungi taman, persis di atas kepala.

img_2782

Beratap payung.

Namun, warna-warni indah tidak hanya hadir melalui serangkaian atap payung tersebut. Rupanya, ada peragaan kostum oleh Semarang Night Carnival yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung yang memadati Taman Srigunting. Ya, dengan kostum penuh ornamen dan tampak begitu indah beraneka warna, kedelapan model Semarang Night Canival dengan lihai memamerkan kostum sambil menari-nari mengikuti irama musik. Peragaan kostum ini dilakukan di halaman depan gedung Oudetrap. Selama peragaan kostum berlangsung, pengunjung segera berkerumun dan mengabadikan momen tersebut dengan gadget serta kamera yang mereka bawa.

Wah, bagus banget memang ini kostum-kostumnya. Cantik. Kelihatan hidup gitu.” komentar salah satu pengunjung, Errin (16), setlah mengambil beberapa gambar para model melalui ponselnya.

Peragaan kostum yang dilakukan memang tidak lama, terhitung hanya sekitar 15 menit. Tetapi pesan untuk tetap mencintai kebudayaan Semarang melalui kostum-kostum yang ditampilkan oleh Semarang Night Carnival, menjadi pengingat bagi pengunjung agar terus menghargai eksistensi kebudayaan lokal. (YK)

Watch our video on youtube : https://youtu.be/48CEK4pFur0

img_2913

img_2907

Lebih Dekat Dengan Budaya Lain Dalam Festival ASEAN Hi Five 2016

img_9817

SEMARANG, SEMAREVENT – Kemarin pada tanggal 18 November 2016 sukses menyelenggarakan festival kebudayaan pertama yaitu Hi Five.Hi Five sendiri merupakan acara kesenian yang diadakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UNDIP. Lokasi acara pun berada di Citra Grand yang kini menjadi salah satu tempat wisata para anak muda karena terdapat bianglala yang menjadi ikon dari tempat tersebut.Di dalam acara tersebut menampilkan berbagai kebudayaan baik dari wilayah Indonesia maupun daerah lain bahkan ASEAN.Acara tersebut untuk tahun ini mengusung tema kebudayaan negara ASEAN. Acara dimulai dengan pembukaan band lokal yaitu Savory Band yang membawakan beberapa lagu termasuk lagu daerah yang diaransemen dengan indah,lalu dilanjutkan dengan pidato dari salah satu negara ASEAN. Acara tersebut awalnya dijadwalkan mulai pada pukul 15.00 WIB namun cuaca yang kurang mendukung menyebabkan panitia mengundurkan acara hingga 3 jam dari jadwal sebelumnya. Namun antusias pengunjung tidak turun dan tetap ingin mengunjungi stan stan yang tersedia.


Selama acara, berbagai penampilan disuguhkan seperti tarian-tarian dari Indonesia dan pertunjukan drama. Mahasiswa pun turut meramaikan acara misalnya menampilkan tarian Batavia dari Perkumpulan Mahasiswa Jakarta Undip, tari Lampung dari Ikatan Mahasiswa Lampung.Tidak hanya pertunjukkan yang ditampilkan,stan-stan yang disediakan pun ikut memeriahkan suasana fetival budaya tersebut. Beberapa stan yang ada antara lain stan makanan yang mewakilkan setiap daerah ASEAN.Pengunjung pun diajak untuk mengenal kebudayaan negara ASEAN khususnya.Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja, penduduk sekitar juga mengunjungi festival budaya tersebut. (AP)

Derasnya Hujan Tidak Mengurungkan Antusiasme International Food Festival

SEMARANG, SEMAREVENT – Hujan kembali mengguyur kota Semarang pada siang ini (18/11). Namun, ternyata hal tersebut tidak mengurungkan niat para mahasiswa untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh International Office Universitas Diponegoro ini.

img_7665

Panggung yang basah sehabis diguyur hujan

Continue reading

Dokter Data 2016, Kebudayaan yang Tak Boleh Dilupkan

SEMARANG, SEMAREVENT – Bagi sebagian orang, acara bertajuk kebudayaan mungkin kurang mencuri perhatian dibanding dengan acara yang menghadirkan penampil nasional yang namanya sudah lebih dikenal. Namun, ada yan berbeda dari Dokter Data 2016. Acara yang diadakan oleh HIMASTA (Himpunan Mahasiswa Statistika) Univesritas Diponegoro ini justru kental mengusung kebudayaan melalui acaranya yang bernama Pagelaran Budaya Nusantara, Sabtu (12/11) lalu di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Dokter Data ini adalah event tahunan HIMASTA, yang mana malam itu menjadi malam puncak dari serangkaian acara yang telah diadakan beberapa hari sebelumnya melalui pra-event yaitu lomba tari tradisional dan akustik.

“Tujuan dari Dokter Data itu sendiri yang pertama buat meningkatkan eksistensi Himpunan Mahasiswa Statistika. Nah, buat tahun ini kenapa kita mengambil tema kebudayaan, kan sekarang banyak tuh acara-acara yang mengundang artis-artis nasional dan sebagainya,  harapannya dengan kita mengangkat tema kebudayaan dan kita bekerja sama dengan ikatan mahasiswa dan pelajar dari Sabang sampai Merauke yang domisilnya Semarang, kita ingin meningkatkan ‘oh ini lho budaya Indonesia jangan kalian lupakan’. Jadi orang-orang yang merantau dari luar bisa ‘oh ini lho budaya daerah saya nampil disini.’ seperti itu.” ujar Fadliyadi Jezira, ketua panitia Pagelaran Budaya Nusantara Dokter Data 2016.

Penampil yang hadir malam itu ada 9 ikatan mahasiswa dan ikatan pelajar, beberapa di anataranya adalah Ikatan Pelajar Aceh, Ikatan Keluarga Mahasiswa Papua, Ikatan Keluarga Mahasiswa Sulawesi Selatan, dsb. Ditambah ada penampilan puncak dari teater Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Sementara total tenants yang memenuhi venue berjumlah 12 stand makanan serta 4 stand komunitas.

“Di pra-event kita ada bikin petisi. Jadi nanti petisi itu harapannya bisa kita press release bahwa ‘ini lho mahasiswa Statistika dan masyarakat luar mengembangkan budaya Indonesia‘.” Fadliyadi menambahkan dengan mantap. (YK)

Rasakan Sensasi “Jepang” di Semarang. Orenji 2016 Datang Kembali.

SEMARANG, SEMAREVENT – Untuk kelima kalinya, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro mengadakan “Original Event of Japan In Indonesia” atau disingkat “ORENJI 2016”, kemarin pada hari Minggu 6 November 2016. Bertempat di halaman depan kampus FIB tembalang, ORENJI membuat pengunjung seperti merasakan suasana ala Jepang.

19872 copy.jpg

Continue reading